4 langkah dalam mentukan cita-cita


Kata cita-cita bukanlah kata baru bagi kita semua bahkan sejak kanak-kanak kita sering mengucapkan cita-cita, terutama ketika ditanya, “Apa cita-cita kalian anak-anak?” Entah kenapa sebagian besar dari kita pasti menjawab: dokter, pilot, insinyur, dsb. Mungkin karena saat itu profesi itulah yang terlihat sangat keren bagi kita.

Itulah bedanya dulu dan kini. Dulu kita cenderung spontan dan reaktif, apa saja yang terlihat keren pasti langsung kita cita-citakan. Kini kini, kita telah semakin beranjak dewasa, cara berpikir dan bersikap pun sudah seharusnya menjadi semakin bijak. Termasuk dalam menentukan cita-cita.

Oleh karena itu, kita harus tahu, cita-cita apa yang paling tepat bagi diri kita, keluarga, masyarakat, bangsa, dan dunia. 4 langkah mentukan cita-cita  adalah sebagai berikut :

1. Menyadari Misi Hidup

Dengan menyadari misi hidup, maka kita akan mengetahui sebenarnya untuk apa kita hidup di dunia? Dalam Islam misi hidup adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehingga segala usaha dan daya upaya kita di dunia harus tertuju kepada-Nya atau secara universal misi hidup adalah menjadi bermanfaat bagi setiap orang dan maju bersama dalam kedamaian.

Hal inilah yang seringkali membedakan definisi sebuah kesuksesan pada setiap orang, misal, si A merasa sukses karena kuasaan dan memiliki harta melimpah, tetapi si B justru merasa sukses karena setiap yang dia punya mampu bermanfaat bagi orang lain. Karena kesuksesan tidak dinilai dari jumlah (kuantitas) tapi dari daya kebermanfaatannya (kualitas).

Untuk itu, cita-cita apapun yang kita inginkan haruslah tetap berada pada trek ini: trek kebermanfaatan.
2. Mengenali Kompetensi Diri

Kesuksesan cita-cita seseorang sangat bergantung pada ketercocokan antara kompetensi diri dengan peran yang berusaha ia ambil.

Coba pikirkanlah! kira-kira kompetensi apa yang kita punya sekarang dan kira-kira peran apa yang cocok untuk kita. Tapi ingat! kompetensi adalah integrasi dari bakat dan minat. Bisa saja anda merasa tidak berbakat menulis, tapi anda berminat. Maka anda harus melatihnya, agar minat bisa menjadi kompetensi.

3. Melihat Kebutuhan Masyarakat

Karena trek kita adalah trek kebermanfaatan, maka kita pun harus menyesuaikan kompetensi diri kita dengan kebutuhan masyarakat. Contoh: Si A merasa mampu menjadi seorang panglima perang, tetapi negara sedang dalam keadaan damai. Seberepa bermanfaatkah ia? Pasti takkan sebesar jika negara sedang terancam.

Selain itu, kita juga harus jeli melihat peluang. Bukan masalah uang, tapi kebaikan. Kira-kira peluang kebaikan apa yang masih banyak orang lain lirik. Maka pilihlah itu.
Lihatlah! Mulai dari hal sekitar. Kira-kira, apa yang lingkungan butuhkan, sesuaikan dengan kompetensi diri kita, dan kebermanfaatan akan segera terjadi.

4. Tentukan Cita-Cita Anda Sekarang Juga!

Tentukanlah cita-cita anda sekarang juga. Jangan takut salah. Karena seiring dengan waktu cita-cita itupun akan terus dinamis yang sesuai dengan kompetensi diri yang terus berkembang dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Setelah cita-cita telah kita tentukan, lalu tulis karena itu akan mengikatnya, kemudian ceritakanlah pada teman-teman anda karena saran dan kritik dari mereka akan sangat berguna bagi masa depan.

Ingat! Di perjalanan kita nanti, cita-cita akan berfungsi sebagai penjaga nafas tekad. Di kala tekad kita sedang goyah, pengingatan kembali cita-cita besar dan mulia akan melahirkan energi jiwa

Sumber : Muhammad Regan Widyadhana dalam rGn’ club for childrens

Tag:

2 Tanggapan to “4 langkah dalam mentukan cita-cita”

  1. Fuvenanda Says:

    Waw, keren bgt artikelnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: