Shalat Dhuha


Berikut ini beberapa riwyat dan hadits tentang shalat dhuha dalam beberapa riwayat yang ada di bawah ini :

=> Dari Abu Hurairah melalui Imam Thabrani, Rasulullah SAW telah bersabda : “Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu dhuha. Kelak di hari kiamat, para penikmat dhuha akan diundang secara khusus. Dikatakan kepada mereka, inilah pintu masuk kalian. Masuklah dengan rahmat-Ku.”

=> Dari Abu Dzarr RA, dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah masing-masing diantara kalian setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka setiap bacaan tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan tahlil (Laa ilaha Illallah) adalah sedekah, setiap bacaan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah, dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan 2 raka’at shalat dhuha.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

=> Dari Abu Buraidah bahwa, Rasulullah SAW bersabda :  “Dalam tubuh manusia itu terdapat 360 ruas tulang. Ia diharuskan bersedekah untuk tiap ruas itu”. Para sahabat bertanya: “Siapa yang kuat melaksanakan itu wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Menutup dahak di masjid dengan tanah atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah, atau sekiranya mampu, cukuplah diganti dengan mengerjakan 2 raka’at shalat dhuha.”

=> Subhanallah, betapa besarnya barokah atas shalat sunnah dhuha ini. Betapa tidak, seandainya shalat dhuha tidak ada, maka kita harus melakukan sedekah untuk setiap ruas tulang tubuh kita yang jumlahnya mencapai 360 buah. Apakah kita mampu melakukannya setiap pagi? Islam memang agama yang mudah dan tidak memberatkan umatnya. Untuk meringankan perihal bersedekah untuk 360 ruas tulang badan ini, kemudian Allah memberikan jalan yang sangat mudah dan ringan, yaitu cukup dengan melakukan shalat sunnah 2 rakaat setiap pagi. Sungguh Allah Maha Bijaksana.

Hadits-hadits di atas juga memberikan anjuran kepada kita agar senantiasa memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar.

Pentingnya shalat dhuha bagi umat muslim bukanlah hal yang diragukan dan dipertanyakan lagi. Sedemikian pentingnya sampai-sampai Allah telah bersumpah dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an dengan waktu dhuha, seperti dalam surat Asy Syam. Bahkan, di dalam Al Qura’n juga terdapat sebuah surat yang bernama Ad Dhuha.

Yang perlu kita pahami adalah bahwa setiap kali Allah bersumpah dengan sesuatu, maka pada sesuatu tersebut tentunya terdapat rahasia yang agung dan memiliki manfaat yang besar. Maka, manakala Allah bersumpah dengan dhuha, itu artinya banyak sekali tersimpan rahasia agung dan manfaat yang besar di dalam waktu dhuha.

Bahkan, dalam sebuah do’anya Rasulullah SAW senantiasa memohon kepada Allah, “Allahumma baarik ummatii fii bukuuriha”, artinya adalah “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku diwaktu pagi.”

Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif pada waktu pagi (subuh dan dhuha) untuk berjuang mencari rizki yang halal akan memperoleh limpahan barokah dari Allah SWT. Maka dengan demikian, bagi orang-orang yang terlena dengan tidurnya hingga lupa untuk melaksanakan shalat shubuh, dan yang bermalas-malsan untuk melakukan shalat dhuha, tidak akan mendapatkan berkah pagi dari Allah SWT.

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah kepada Allah SWT dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat shalat subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu. Adapun doa yang dibaca setelah shalat dhuha adalah:

 “Allâhumma innadh dhuhâ-a dhuha-uka wal baha-a baha-uka wal jamala jamâluka wal quwwata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allâhumma in kâna rizqî fis samâ-i fa anzilhu wa in kâna fil ardhi fa akhrijhu wa in kâna mu’assiran fayassirhu wa in kâna haraman fathahhirhu wa in kâna ba’îdan faqarribhu bihaqqi dhuhâ-ika wabahâ-ika wajamalia waquwwatika waqudratika âtinî ma ataita min ‘ibadikash shâlihîn.”

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah, dan jika di dalam bumi maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah, jika rezekiku haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Dengan kebenaran waktu dhuha-Mu dan keagungan-Mu, dengan kebenaran keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, dan perlindungan-Mu limpahkanlah kepada kami segenap apa yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Shalat dhuha adalah salah satu jenis shalat sunnah yang terkenal sebagai sholat untuk menarik rizki. Hal ini sesuai dengan isi doa dari shalat tersebut, “Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit maka turunkanlah, dan jika di dalam bumi maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah, jika rezekiku haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah.”

Meskipun demikian, inti dari segala jenis ibadah adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Maka jangan sampai shalat dhuha ini hanya diorientasikan kepada pengejaran rizki saja, tetapi juga harus lebih mengarah kepada sebuah usaha yang dilakukan dalam rangka beribadah hanya kepada-Nya

Sumber : Gunardi Sudrajat dalam Majelis Dhuha Nasional (sebagiandikutip dari http://www.syahadat.com

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: